Ketika saya melakukan observasi untuk program RAPID tahun 2004 di sub-klaster Sragen, saya mengidentifikasi adanya bahaya potensial yang mengancam kesehatan pengrajin batik di
| Jenis pekerjaan | Bahaya dari bahan kimia | Bahaya dari sikap kerja yang tidak ergonomis |
| Ngeblat (mengkopi motif pada kain putih) | Tidak ada. | Kelelahan pada mata akibat bekerja dengan melihat dekat dan melakukan akomodasi secara terus menerus. |
| Sikap kerja yang tidak benar (tidak ergonomis) mengakibatkan: a. Sakit pada otot akibat aliran darah tidak lancar. b. Gangguan fungsi dan bentuk otot. | ||
| Nyanting (menempelkan lilin pada kain yang sudah digambar) | Bahan-bahan kimia yang terkandung dalam lilin yang digunakan dalam proses pembatikan (nyanting) bila terkena kulit dapat mengakibatkan iritasi dan gangguan kulit lainnya dalam bentuk gatal-gatal, kulit kering dan pecah-pecah, kemerah-merahan, koreng yang tidak sembuh-sembuh. | Kelelahan pada mata akibat bekerja dengan melihat dekat dan melakukan akomodasi secara terus menerus. Tanda dan gejala: a.Mata berair, mengantuk, silau dan sukar dibuka, b. Mata terasa tegang, sakit, sakit kepala dan penglihatan menjadi kabur c. Kadang-kadang disertai lesu, pusing, muntah, kejang-kejang dan migren sakit kepala |
| Uap zat kimia lilin dan asap minyak tanah dari kompor dapat mengakibatkan iritasi dan peradangan pada saluran pernafasan dengan gejala batuk, pilek, sesak nafas, demam. | Sikap kerja yang tidak benar (tidak ergonomis) mengakibatkan: a. Sakit pada otot akibat aliran darah tidak lancar. b. Gangguan fungsi dan bentuk otot. | |
| Adanya kemungkinan menderita dehidrasi, mengingat jam kerja yanting yang lama (8-12 jam sehari) tanpa minum yang cukup (hanya 1 gelas besar teh sehari = 500 ml). Sedangkan kebutuhan air minum per orang menurut | ||
| Proses Pewarnaan | Uap zat kimia bahan pewarna dapat mengakibatkan iritasi dan peradangan pada saluran pernafasan dengan batuk –batuk pilek, sesak nafas, demam. | Iritasi kulit akibat kebiasaan bekerja tanpa menggunakan sarung tangan & sepatu kerja. |
| Iritasi mata dengan gejala mata kemerah-merahan, pedih berair. | Keracunan akibat kebiasaan tidak mencuci tangan dengan bersih setelah melakukan proses pewarnaan. | |
| Nglorod (penghilangan lilin batik dengan cara merebus kain) | Uap zat kimia dapat mengakibatkan iritasi dan peradangan saluran pernafasan dengan gejala batuk, pilek, sesak nafas, demam. | Jika tidak hati-hati dalam mengerjakan proses nglorod dapat menyebabkan luka bakar akibat air mendidih. |
| Iritasi mata dengan gejala mata kemerah-merahan, pedih berair. Setiap bahan kimia sangat berbahaya bagi mata. Bahan kimia yang bersifat basa lebih berbahaya dibandingkan dengan bahan kimia yang bersifat asam, karena bahan basa dapat memberikan kerusakan yang berat pada mata yang akan dapat mengakibatkan kebutaan. Meskipun bahan kimia asam tidak berbahaya, tetapi asam yang keras juga akan mengakibatkan kerusakan mata seperti yang ditimbulkan oleh bahan kimia basa. |
Meskipun para pengrajin batik di sub-klaster Sragen sudah bekerja membatik selama puluhan tahun, namun pada umumnya mereka belum menyadari adanya bahaya yang mengancam kesehatannya. Hal ini disebabkan keterbatasan pengetahuan mereka dan keterbatasan akses informasi, mengingat pendidikan mereka yang terbatas.
Sumber: field note PPSG-UKSW & RAPID-Dikti 2004-2005 & data sekunder dari Depkes RI 2003 (www.depkes.go.id) dan Institute of Medicine (www.iom.edu).
